Nabire Papua Tengah WartaPolri.com.
Sesuai penyampai Narasumber kala Penyergapan terhadap konsumen BBM di pom SPBU salatiga terhadap Pimpinan redaksi media Patroli’86 (PJ) saat usai pengisian BBM ditengki mobil yang ditumpangi pimpred media Patroli86 menimbulkan tanda tanya.

Disampaikan oleh narasumber (I,PJ,) yang menyaksikan penyergapan terhadap Oknum kanit tipidter polres salatiga serta terlihat jelas rekaman cctv saat melakukan jebakan dan rekayasa paksaan dilakukan oleh oknum tersebut pada 27 Mey 2023 hingga kasus ini dilanjutkan dan di P21kan.

Pemipin redaksi media Patroli86 (PJ) spontan Kaget saat tiba tiba melakukan penyergapan oleh oknum kanit tipidter Polres Salatiga padahal mereka sendiri menyuruh operator untuk mengisi mobil yang ditumpanginya PJ bahkan spontan mereka dituduh melakukan kriminalisasi (PJ) terhadap oknum Kanit tipidter polres salahtiga.
Lanjut laporan narasumber (I,PJ) kepada Wartapolri melalui via telpon, saat ia menyaksikan penyergapan tersebut, “Pimpinan media patroli86 (PJ) saat disergap oleh oknum kanit tersebut sangat membuahkan tanda tanya bagi halayak terutama dalam keluarga korban karena terlihat jelas saat penangkapan dilajukan dinilai rekayasa dan dijebak, ujarnya (I,PJ).
Mengapa tidak, karena oknun sendiri yang menyuruh operator nossel mengisi kendaraan hingga PJ menyebut pengisian dengan Rp.300.000,- lalu tiba tiba disergap dan dirampas dan disita Hendfhon PJ seperti teroris saat ditangkap hingga terjadi aduh argumen heboh di areal SPBU salatiga.
Ada dugaan kalau oknum kanit tipidter Polres salatiga ini merasa tergaggu karena diduga diantara sejumla pemain BBM yang sering pengisian di sejumlah Pom SPBU yang datang mengabil lalu ditampung dan disalagunakan hingga pimpinan media patroli’86 ikut jadi target dan dijebak seperti kronologis yg disampaikan oleh narah sumber tersebut.
Uraian (I,PJ) bahwa usai pengisian tengki kendaraan yang ditumpangi pimpinan media Patroli’86 lalu tiba tiba melakukan penyergapan yang Hanya seorang diri oleh oknum kanit itu, namun tidak memperlihatkan sehelaipun surat penangkapa, jelasnya.
“Bahkan Pimpinan redaksi patroli’86 (PJ) spontan dijadikan tersangka pada saat itu, dan juga dituduh sebagai pelaku penyalah gunaan bbm padahal oknum sendiri menyuruh operator nossel BBM mengisi mobil yang ditumpanginya PJ, namun tiba tiba disergap lalu dirampas dan disita henfhon PJ oleh oknum kanit tipidter polres salatiga (Sitorus).
Saat melakukan perampasan dan penyitaan hp oleh PJ, jelas sekenario jebakan oknum kanit tersebut tentu PJ tidak diterima karena pengisian BBM sejumlah R p 300.000,- masih hal sewajarnya melakukan pengisian kendaraan roda empat, lalu letak tuduhan kriminalisasinya dimana…ada apa dalam tindakan yang tidak sesuai S.O.P mereka lakukan, tutur narasumber.
Karena tindakan oknum kanit tidak melalui S.O.P, dimohon bapak Kapolri Kiranya dapat memeriksa Oknum kanit tipidter karena cara melakukan pungsi tugasnya terhadap masyarakat apalagi mitra polri yang mereka tindaki suda menyolimi pimpinan redaksi Patroli’86 tentu hal ini dapat menjatuhkan citra dan martabat institusi Polri.
*Firdausonil*

